Jumat, 26 Oktober 2012

Pohon Jambu Nancy

                                                             Pohon jambu nancy
Musim hujan telah tiba, daun-daun Pohon Jambu di depan rumah Nancy mulai berubah coklat dan berguguran.
Angin yang berhembus kencang menjatuhkan daun-daun kering ke tanah. Sudah bertahun-tahun Pohon Jambu hidup di pekarangan rumah Nancy.
Ketika masih kecil, Ayah Nancy membawa Pohon Jambu dari kebun kantor dan menanamnya di pekarangan rumah Nancy. Kala itu Nancy masih belajar berjalan.
Setiap pagi, setelah Nancy mandi, Ayah Nancy mengajak Nancy menyiram Pohon Jambu Kecil, membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh dan kadang-kadang memberikan pupuk di atas tanahnya.
Tahun-tahun berlalu, Pohon Jambu tumbuh menjadi besar. Daun-daunnya bertambah banyak, batangnya bertambah besar, dan diantara ranting-rantingnya mulai muncul bakal bunga.. Pohon Jambu terlihat sangat cantik sekarang.
Jika musim panas sudah datang, burung-burung mampir ke dahannya, membawa rumput-rumput kering untuk membuat sarang. Jika panas sangat menyengat, pejalan kaki berhenti sebentar untuk berteduh di bawahnya. Seringkali Burung Hantu datang di malam hari untuk menemaninya.
Dengan rutin Ayah Nancy memangkas dahan-dahan yang tumbuh liar, merapikan daun-daun Pohon Jambu yang tumbuh rimbun.
Suatu hari, keluarga Nancy pergi meninggalkan rumah dan Pohon Jambu itu. Penghuni rumah yang baru tidak pernah memperhatikan Pohon Jambu.
Musim-musim kembali berlalu, daun-daun kering berjatuhan memenuhi pekarangan rumah.
Angin bertiup kencang dan membuat ranting Pohon Jambu ikut berjatuhan dan berserakan.
Musim kemarau datang, daun-daun Pohon Jambu yang tidak pernah lagi dirapikan mulai habis dimakan ulat.
Pohon Jambu terlihat sangat tua, tidak ada lagi pejalan kaki yang mau berteduh di bawahnya, burung-burung tidak mau bersarang karena tak ada lagi daun di dahannya. Malam hari menjadi sangat dingin, tanpa ada daun-daun yang menghangatkan Pohon Jambu.
Pohon Jambu mulai merindukan keluarga Nancy…
Di suatu siang yang kering, Keluarga Nancy kembali ke rumah. Pohon Jambu sangat gembira. Tapi tak ada lagi Nancy, hanya Ayah Nancy yang terlihat tua, sepasang orang tua muda dan bocah laki-laki dengan mata bersinar seperti Nancy kecil.
Sorot mata sedih terlihat dari wanita muda itu kala melihat Pohon Jambu.
“ Mommy,…pohon ini kelihatan sakit “ Tunjuk bocah laki-laki..
“ Ya sayang… jangan kuatir, Mommy dan Daddy akan membuatnya sehat kembali”
Jawab wanita itu, seraya menyentuh batang Pohon Jambu…
Wanita itu adalah Nancy, dia tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik, berkeluarga dan mempunyai anak laki-laki itu.
Pohon Jambu kembali merasa bahagia..
Nancy dan suaminya merapikan lagi dahan dan daun Pohon Jambu, membuang setiap ulat yang memakan daunnya, membersihkan daun dan ranting yang berserakan.
Tanpa menunggu waktu lama, Pohon Jambu kembali menjadi Pohon Jambu yang cantik, daun-daun mulai tumbuh , pejalan kaki seringkali mampir untuk berteduh, malam-malam tidak lagi sepi, Burung Hantu datang dan menemani Pohon Jambu dan bernyanyi.. Hu…HU…Hu…Hu…..
Ketika Pohon Jambu berbuah, Keluarga kecil Nancy mengumpulkan buah Jambu yang berwarna merah dan ranum dengan gembira….


0 komentar:

Poskan Komentar